Climate & Disaster
21 Nov 2025
•Rizki Amara Putri
Demak: High-Flood Risk, High-Demand Market
10 min read
•805 view
2 Data
1 Projects
Climate & Disaster
21 Nov 2025
•Az Zahro Fathul Mu’adzah
Pemetaan risiko tanah longsor di Kecamatan Cibeber berbasis grid heksagonal yang mengidentifikasi tingkat kerawanan dan keterpaparan fasilitas kesehatan. Analisis ini memvisualisasikan zona risiko rendah hingga tinggi serta lokasi puskesmas yang berpotensi terdampak, sebagai dasar perencanaan mitigasi bencana.
8 min read
•771 view
1 Projects
Climate & Disaster
22 Nov 2025
•MUHAMMAD FARRELL WARDHANA
Multi Criteria Decision Making (MCDM) adalah suatu metode pengambilan keputusan untuk menetapkan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria tertentu. Metode MCDM telah banyak digunakan pada ruang lingkup yang luas (khususnya di bidang spasial), dalam hal ini pada proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penyelesaian masalah dengan kompleksitas yang rumit dan sulit diukur secara pasti.
34 min read
•723 view
1 Projects
Climate & Disaster
24 Nov 2025
•anggita novi
Urbanisasi pesat mendorong pertumbuhan penduduk perkotaan, termasuk di Kota Bandung yang setiap tahun menerima sekitar 4.200 pendatang. Pengembangan Kawasan Teknopolis Gedebage sebagai pusat kota kedua dan pusat inovasi digital memicu alih fungsi lahan, dengan luas sawah di Gedebage menyusut dari 498,85 ha pada 2014 menjadi 130,43 ha pada 2021. Perubahan ini meningkatkan tekanan spasial, mengurangi ruang terbuka hijau, dan memicu fenomena Urban Heat Island (UHI). Minimnya analisis spasial-temporal terkait pengaruh perkembangan kawasan terhadap UHI menjadi alasan pentingnya penelitian ini, yang bertujuan menganalisis perubahan tutupan lahan 2014–2024, mengkaji sebaran dan intensitas UHI serta hubungannya dengan perubahan lahan, menentukan zona prioritas mitigasi UHI berbasis kesesuaian lahan, dan memberikan rekomendasi Nature-based Solutions (NbS) kontekstual seperti pengembangan RTH, green corridor, dan proteksi lahan pertanian.
26 min read
•2224 view
1 Projects
Climate & Disaster
14 Jul 2025
•IMPI Koordinator Wilayah Bandung Raya
Artikel ini berisi evaluasi mengenai kesesuaian zonasi bahaya gempa pada Peta Bahaya Gempa Nasional dengan keberadaan sesar aktif di jalur Sesar Lembang, Jawa Barat. Menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif melalui analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian ini akan memberikan beberapa rekomendasi dari hasil evaluasi yang ada.
16 min read
•7859 view
1 Projects
Climate & Disaster
14 Jul 2025
•IMPI Koordinator Wilayah Bandung Raya
Artikel kali ini membahas mengenai fenomena Surface Urban Heat Island (SUHI) di Kabupaten Manggarai Timur, Indonesia, selama periode 2016-2020 dengan menggunakan Google Earth Engine (GEE). Dengan menilik perubahan aktivitas kegiatan manusia saat Pandemi Covid-19, dilakukan pengidentifikasian perubahan SUHI di kawasan tersebut.
18 min read
•1242 view
1 Projects
Climate & Disaster
15 Jun 2025
•Anggara Yudha
Analisis Kerawanan
5 min read
•2254 view
Climate & Disaster
10 Jul 2025
•IMPI Koordinator Wilayah Bandung Raya
Gunung Api Ibu secara administratif termasuk wilayah Kecamatan Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Gunung Api Ibu adalah gunung stratovolcano dengan beberapa kerucut piroklastik dan beberapa kawah maar disekitarnya yang terletak di barat laut Pulau Halmahera, Indonesia. Puncak dari Gunung Api Ibu ini merupakan kawah vulkanik. Gunung Api Ibu ini pernah mengalami sejumlah letusan dari tahun ke tahun. Letusan dari Gunung Api Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara pada Sabtu 19 Mei 2024 ini berdampak pada 9 Kecamatan dengan 42 Desa dengan 6 Desa terkena dampak bahaya paling tinggi, 18 Desa terkena dampak bahaya sedang dan 18 Desa sisanya terkena dampak bahaya paling rendah. Gunung Api Ibu mengalami periode erupsi yang lebih lama selama sejarah pengamatan, periode erupsi Gunung Api Ibu ini terakhir dimulai pada 5 April 2008 dan masih berlanjut hingga sekarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat indeks bahaya yang disebabkan dari Letusan Gunung Api Ibu dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan kualitatif. Sesuai dengan analisis tersebut, maka dalam menganalisis indeks bahaya tersebut menggunakan metode pembobotan nilai terhadap zona landaan dan zona lontaran berdasarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Analisis indeks bahaya tersebut kemudian diolah dalam SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk mengklasifikasikan nilai indeks bahaya yang paling tinggi hingga paling rendah. Berdasarkan hasil studi didapatkan 2 hal diantaranya persebaran indeks bahaya di kawasan Gunung Api Ibu yang terbagi atas 3 kelas yaitu tinggi, sedang, rendah dan mitigasi untuk penanganan kebencanaan yang akan datang.
19 min read
•2632 view
1 Projects
Climate & Disaster
07 May 2025
•Ryandana Adi Freelance MAPID
Kabupaten Sumbawa terletak pada provinsi Nusa Tenggara Barat. Dilihat dari segi geografis letak Kabupaten Sumbawa terutama Kecamatan sumbawa memiliki potensi sebagai daerah pusat perekonomian yang mana menjadi nilai ekonomis untuk dibangun industri di area tersebut. Namun, daerah tersebut memiliki potensi banjir baik banjir rob ataupun banjir akibat intensitas hujan yang tinggi. Hal ini menjadikan area industri yang berada di Sumbawa dan sekitarnya memiliki potensi untuk terdampak banjir. Meskipun berisiko, bisnis sering memilih untuk berlokasi di daerah rawan banjir karena keuntungan strategis seperti kedekatan dengan bisnis terkait dan fasilitas umum. Manfaat ekonomi dapat lebih besar daripada dampak buruk banjir, sehingga mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi manajemen risiko banjir struktural dan non-struktural (Rwehumbiza 2021).
19 min read
•3104 view
1 Projects
Climate & Disaster
07 May 2025
•Zelina Mariyori Wazlir
Analisis penentuan lokasi tempat pengungsian banjir di Kota Bogor menunjukkan bahwa tujuh sekolah berada dalam kategori sangat layak berdasarkan kombinasi kriteria spasial dan distribusi kelompok rentan di zona bahaya banjir. Titik-titik ini berada di kelurahan prioritas dan dapat dijangkau dalam radius ≤ 500 meter oleh populasi terdampak dengan berjalan kaki, sehinga dapat menjadi lokasi prioritas untuk evakuasi darurat. Sekolah juga menjadi alternatif yang fungsional dan strategis dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana banjir secara inklusif dan tepat sasaran.
20 min read
•2965 view
4 Data
1 Projects
Climate & Disaster
07 May 2025
•
Penelitian bertujuan untuk memberikan pemetaan area terdampak dari keberadaan industri terhadap kawasan di sekitarnya salah satunya adalah permukiman di kabupaten Karawang menggunakan pendekatan Kernel Density.
10 min read
•1692 view
Climate & Disaster
02 Apr 2025
•Aditya Tri Pradipta
Banjir: bencana alam yang sering terjadi akibat curah hujan tinggi, topografi rendah, dan rendahnya kemampuan infiltrasi tanah.
27 min read
•2943 view
1 Projects
Climate & Disaster
16 Feb 2025
•Auzaie Ihza Mahendra MAPID TEAM
Kebakaran hutan memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan, ekonomi, dan kesehatan, sehingga pemantauan dan analisis yang akurat sangat penting untuk upaya mitigasi dan pemulihan. Studi ini menggunakan citra Sentinel-2 dan metode Differenced Normalized Burn Ratio (dNBR) untuk menganalisis tingkat keparahan serta sebaran spasial kebakaran yang terjadi di Los Angeles pada Januari 2025. Dengan resolusi multispektral yang tinggi, Sentinel-2 menyediakan data yang berharga dalam mendeteksi area yang terbakar serta menilai pemulihan vegetasi pasca-kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah terdampak mengalami kebakaran dengan tingkat keparahan rendah hingga sedang, sementara hanya sebagian kecil area yang mengalami kebakaran dengan keparahan tinggi hingga sangat tinggi. Mayoritas lahan yang terbakar merupakan vegetasi dengan kepadatan tinggi, mengindikasikan tingginya risiko kebakaran pada kawasan berhutan. Temuan ini membuktikan efektivitas Sentinel-2 dan dNBR dalam pemantauan kebakaran, yang dapat mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan lahan, pencegahan kebakaran, serta upaya restorasi ekologi di wilayah rawan kebakaran.
15 min read
•2162 view
Climate & Disaster
19 Feb 2025
•Rizki Rifani Muhammad
Ketersediaan informasi peta area wilayah rentang bencana dan jalur evakuasi saat ini perlu dievaluasi kembali, mengingat konteks perubahan, pergeseran, serta kesadaran masyarakat terkait tanggap bencana. GIS adalah salah satu software yang mudah digunakan, dikelola untuk mengorganisasikan data geografis dengan cukup andal, cepat, dan akurat. Data yang digunakan merupakan data sekunder bersumber dari Ina-Geoportal, RP2JM, Demnas, dan Chrips. Hasil pengolahan data yang dilakukan pada penelitian ini diketahui pengolahan data yang dilakukan diketahui terdapat 4 kelas zona kerawanan yang tersebar di setiap kecamatan area penelitian dengan nilai luas presentasi perbandingan tertinggi setiap kelas yaitu tingkat rendah di kecamatan Ternate Utara 1,60 km² (9,30%), tingkat sedang di Ternate Selatan 15,18 km² (69,62%), tingkat tinggi di Pulau Ternate 9,64 km² (19,04%), dan tingkat ekstrim di Ternate Tengah 2,38 km² (21,57%), dengan 68 jalur evakuasi
22 min read
•3531 view
5 Data
1 Projects
Climate & Disaster
04 Feb 2025
•Maulana kusuma Atmaja
Industri mempunyai peran signifikan pada ekonomi regional. Oleh karena itu dalam pembangunan bisnis perlu diketahui tingkat area bisnis yang ditempati guna meminimalisir resiko termasuk bencana banjir.
19 min read
•4341 view
1 Projects
Climate & Disaster
04 Jan 2025
•MAPID
Karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO₂), sulfur dioksida (SO₂), aerosol, metana (CH₄), formaldehida (HCHO), dan ozon (O₃) adalah zat-zat yang berkontribusi pada efek rumah kaca sekaligus berdampak negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan. Pemantauan intensitas serta distribusi gas-gas ini menjadi penting untuk menilai kualitas udara di suatu wilayah dan merancang langkah mitigasi. Data emisi dari sensor penginderaan jauh memungkinkan pihak terkait mengidentifikasi sumber pencemaran dan memahami karakteristik setiap gas, mulai dari gangguan pernapasan hingga risiko penyakit kronis
15 min read
•5491 view
40 Projects