Eksplorasi Wisata di Sekitar Keraton Yogyakarta Hadiningrat

Tourism

30 Jul 2025

Revo Samudera

Eksplorasi Wisata di Sekitar Keraton Yogyakarta Hadiningrat

Melalui Peta Wisata ini diharapkan dapat mengeksplorasi secara efisien destinasi wisata di sekitar Keraton Jogjakarta Hadiningrat dengan berjalan kaki. Berjalan kaki ramah lingkungan dan memperkuat kebersamaan

9 min read

234 view

TRAVELIN: Integrasi Pariwisata dan Kebencanaan Berbasis Spasial di Kabupaten Semarang

Tourism

11 Jun 2025

Joko Prasetyo

TRAVELIN: Integrasi Pariwisata dan Kebencanaan Berbasis Spasial di Kabupaten Semarang

Kabupaten Semarang memiliki potensi pariwisata besar namun juga rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor, terutama di kawasan KPPK 2. Penelitian "TRAVELIN" bertujuan mengintegrasikan data pariwisata berbasis 4A dengan data spasial kebencanaan untuk mendukung pengelolaan wisata yang aman dan berkelanjutan. Analisis spasial menggunakan GIS digunakan untuk memetakan objek wisata dan area rawan bencana sebagai dasar perencanaan mitigasi dan pengambilan keputusan.

27 min read

2001 view

1 Projects

Pengembangan Wisata di Kawasan Rawan Bencana Letusan Gunung Berapi (Studi Kasus: Gunung Batur)

Tourism

20 May 2025

IMPI Koordinator Wilayah Bandung Raya

Pengembangan Wisata di Kawasan Rawan Bencana Letusan Gunung Berapi (Studi Kasus: Gunung Batur)

Kawasan Gunung Batur, Bali, memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata berbasis ekologi dan edukasi global. Namun, kawasan tersebut tentunya tak lepas dari status rawan bencana letusan gunung berapi akibat status aktif dari Gunung Batur. Oleh karena itu, kajian ini akan menyoroti pengembangan pariwisata kawasan rawan bencana Gunung Batur, Bali dari perspektif perencanaan wilayah.

14 min read

836 view

1 Projects

[GEODATA] Kajian Infrastruktur Pariwisata di Banda Neira dan Karimunjawa

Tourism

09 May 2025

MAPID

[GEODATA] Kajian Infrastruktur Pariwisata di Banda Neira dan Karimunjawa

Artikel ini mengkaji infrastruktur pariwisata di Banda Neira dan Karimunjawa menggunakan pendekatan GIS untuk menganalisis kepadatan, keterjangkauan, serta kesenjangan infrastruktur berdasarkan konsep 4A (Attraction, Amenity, Accessibility, Ancillary). Melalui metode spasial seperti KDE dan network analysis, serta analisis SWOT, kajian ini memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di kedua wilayah kepulauan tersebut.

25 min read

1233 view

1 Projects

🧭 "6 Rute Wisata Rekomendasi untuk Jelajah Bintan"

Tourism

07 May 2025

Ziada Azkia Najda

🧭 "6 Rute Wisata Rekomendasi untuk Jelajah Bintan"

Temukan bagaimana teknologi GIS mengubah cara kita menjelajah Bintan! Artikel ini mengulas strategi penataan rute wisata berdasarkan data spasial dan potensi destinasi, menghasilkan enam rute terbaik dari tiga pintu utama. Cocok untuk wisatawan harian maupun pelancong yang ingin menyelami pesona Bintan secara mendalam—dari pantai tropis, desa wisata, hingga hutan mangrove.

18 min read

623 view

3 Data

1 Projects

Wisata Cagar Budaya dan Kuliner di Cikini: Rute Efektif dan Efisien

Tourism

02 Apr 2025

Naufal Faris Muhammad

Wisata Cagar Budaya dan Kuliner di Cikini: Rute Efektif dan Efisien

Cikini: A Cultural Heritage Journey Through Jakarta's Historic Heart

7 min read

569 view

1 Projects

Exploring Kotabaru's Colonial Architecture: A GIS-Based Heritage Walking Tour

Tourism

19 Feb 2025

Fadli Arya

Exploring Kotabaru's Colonial Architecture: A GIS-Based Heritage Walking Tour

Rute Walkingtour untuk Kawasan Cagar Budaya Kotabaru Yogyakarta berbasis GIS

46 min read

1312 view

1 Projects

Analisis Potensi Investasi Bioskop di Kabupaten Cianjur

Tourism

19 Feb 2025

Muhamad Naufal Raja Hari

Analisis Potensi Investasi Bioskop di Kabupaten Cianjur

Analisis Lokasi Potensial Pembangunan Bioskop di Kabupaten Cianjur

10 min read

658 view

1 Projects

Visualisasi Sederhana Rencana Fasilitas Shuttle Bus Desa Wisata Nglanggeran

Tourism

19 Feb 2025

Farhan Rosyid Ridho Alkhamdi

Visualisasi Sederhana Rencana Fasilitas Shuttle Bus Desa Wisata Nglanggeran

Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran termasuk pada salah satu geosite pada Gunung Sewu yang diakui oleh UNESCO dalam jaringan Global Geopark.

6 min read

433 view

1 Projects

Semarang Coffee Exploration: Geospatial Analysis for Tourists Experience

Tourism

19 Feb 2025

Fakhri Dimas Salahuddin

Semarang Coffee Exploration: Geospatial Analysis for Tourists Experience

Final Project MAPID Academy Batch 8! Pariwisata di Kota Semarang berkembang pesat, mendorong sektor kuliner dan ekonomi kreatif. Kopi menjadi daya tarik baru, dengan banyaknya kedai kopi yang bermunculan.

13 min read

436 view

1 Projects

Keterjangkauan Pariwisata Kota Semarang Berbasis Pemetaan Geospasial

Tourism

22 Dec 2024

Rizka Amelinda Septiani

Keterjangkauan Pariwisata Kota Semarang Berbasis Pemetaan Geospasial

"Keterjangkauan Pariwisata Kota Semarang Berbasis Pemetaan Geospasial" menggambarkan sebuah penelitian atau studi yang menganalisis sejauh mana aksesibilitas ke destinasi wisata di Kota Semarang menggunakan teknologi pemetaan geospasial. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk memetakan area wisata yang mudah dijangkau oleh wisatawan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterjangkauan tersebut, seperti infrastruktur, transportasi, dan jarak antar objek wisata.

7 min read

1507 view

1 Projects

Daya Tarik Bisnis Padel di Bali: Potensi Lokasi Usaha di Kabupaten Badung Wilayah Selatan

Tourism

02 Jan 2025

Nindita Putri Indika

Daya Tarik Bisnis Padel di Bali: Potensi Lokasi Usaha di Kabupaten Badung Wilayah Selatan

Studi ini menggunakan analisis isokron dan buffer pada Mapid untuk menilai aksesibilitas dari lokasi potensial untuk padel. Jimbaran dan Nusa Dua memiliki posisi strategis untuk bisnis padel karena demografi, aksesibilitas, serta minimnya kompetitor. Area ini menawarkan peluang yang menjanjikan untuk pengembangan padel di Kabupaten Badung bagian wilayah selatan, dengan sasaran baik penduduk lokal maupun wisatawan dengan berbagai fasilitas dan daya tarik wisata yang berada dalam jarak dekat serta lebih sedikit pesaing dibandingkan dengan area lain seperti Kuta dan Kuta Utara.

8 min read

996 view

1 Projects

Analisis Rute Teroptimal Pada Objek Wisata Di Kota Blitar

Tourism

22 Dec 2024

Reva Nur Ayu Safitri

Analisis Rute Teroptimal Pada Objek Wisata Di Kota Blitar

Kota Blitar memiliki beragam objek wisata yang tersebar di berbagai lokasi, namun aksesibilitas dan informasi rute yang optimal masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rute teroptimal antar objek wisata di Kota Blitar menggunakan perangkat lunak QGIS dengan memanfaatkan tools Network Analysis (Shortest Path: Point to Point). Data yang digunakan meliputi data batas administrasi Kota Blitar, data shapefile (shp) jalan Kota Blitar, dan data titik lokasi objek wisata. Hasil dari pengolahan data ini berupa peta rute teroptimal yang menghubungkan satu objek wisata dengan objek wisata lainnya. Rute yang dihasilkan selanjutnya diekspor dari QGIS dan diimpor ke platform Geo MAPID untuk ditampilkan secara interaktif. Proses ini menghasilkan informasi rute yang lebih efisien dan dapat diakses dengan mudah, sehingga memudahkan wisatawan dalam merencanakan perjalanan mereka. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan aksesibilitas, promosi, dan pengelolaan pariwisata di Kota Blitar secara efektif.

13 min read

687 view

1 Projects

Menelusuri Kawasan Cagar Budaya Kotagede : Rekomendasi rute jelajah dengan teknologi GIS

Tourism

22 Dec 2024

Habbatina Lestari

Menelusuri Kawasan Cagar Budaya Kotagede : Rekomendasi rute jelajah dengan teknologi GIS

Kotagede merupakan bekas ibu kota Kerajaan Mataram Islam, memiliki nilai sejarah yang tinggi dengan beragam peninggalan budaya yang masih terjaga. Kawasan Cagar Budaya (KCB) Kotagede saat ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang populer di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rute jelajah optimal di kawasan tersebut dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS), khususnya metode network analysis menggunakan software QGIS. Data penelitian mencakup titik koordinat objek wisata bersejarah dan jaringan jalan, yang dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 18 titik objek wisata yang dapat dijelajahi, meliputi lokasi bersejarah, pusat kerajinan perak, dan tempat kuliner tradisional khas Kotagede. Rute optimal yang dirancang memerlukan waktu sekitar 1 jam 30 menit dengan sepeda atau 40 menit dengan motor. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan network analysis efektif dalam merancang rute wisata yang efisien, membantu pengunjung menikmati pengalaman wisata sejarah secara maksimal tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu. Rute yang dirancang juga mendukung promosi wisata dan pelestarian kawasan cagar budaya Kotagede.

23 min read

1709 view

1 Projects

Dari Halte ke Wisata: Analisis Keterjangkauan Objek Wisata Kota Surakarta untuk Pejalan Kaki

Tourism

22 Oct 2024

Kerenita Yosephin Simarmata

Dari Halte ke Wisata: Analisis Keterjangkauan Objek Wisata Kota Surakarta untuk Pejalan Kaki

Publikasi ini memberikan wawasan mendalam tentang pengembangan pariwisata dan pentingnya aksesibilitas transportasi dalam mendukung industri pariwisata Kota Surakarta. Analisis keterjangkauan menunjukkan bahwa sebagian besar destinasi wisata dapat dijangkau dengan mudah dari halte BST, meskipun masih ada beberapa area yang membutuhkan perhatian.

9 min read

1971 view

4 Data

1 Projects

Tempo Gelato Jogja: Lupakan Polemik Gerai, Mari Menilik Sentralitas dan Analisis Spasialnya

Tourism

04 Aug 2024

Hefni R. R. A.

Tempo Gelato Jogja: Lupakan Polemik Gerai, Mari Menilik Sentralitas dan Analisis Spasialnya

Proyek ini meneliti dampak Tempo Gelato terhadap dinamika perkotaan di Yogyakarta, khususnya di lokasi Jalan Kaliurang. Menggunakan analisis betweenness centrality dan visualisasi heatmap dari GEOMAPID, studi ini menyoroti bagaimana tingkat sentralitas yang tinggi dan suasana unik Tempo Gelato berkontribusi pada kemacetan lalu lintas dan peningkatan aktivitas lokal.

11 min read

1848 view

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at