Rute Ganteng: Web Interaktif berbasis GIS untuk Pelajar Tuban

26 August 2026

•

By: Ilham Bagus Wiranto

bus si mas ganteng

Profil Kabupaten Tuban & Kehadiran "Bus Si Mas Ganteng"

Kabupaten Tuban, yang terletak di pesisir utara Jawa Timur, merupakan wilayah dengan dinamika mobilitas penduduk yang terus berkembang. Sebagai upaya nyata dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar serta meningkatkan konektivitas kawasan pedesaan, Pemerintah Kabupaten Tuban telah meluncurkan sebuah program transportasi inovatif bernama Bus Si Mas Ganteng. Layanan transportasi umum ini dikhususkan bagi pelajar secara gratis dan telah dilengkapi dengan fasilitas modern, termasuk akses ramah disabilitas. Sejak peluncuran generasi pertama hingga ekspansi ke generasi kedua (Gen-2) pada tahun 2025 yang mencakup puluhan armada bus dan feeder, Si Mas Ganteng telah menjadi primadona yang menjamin perjalanan aman, nyaman, dan teratur bagi siswa di berbagai kecamatan.

Signifikansi Platform Web "Rute Ganteng"

Dalam mendukung sistem transportasi yang masif tersebut, keberadaan informasi yang mudah diakses menjadi krusial. Oleh karena itu, dikembangkanlah platform WebGIS interaktif yang dapat diakses melalui Rute Ganteng. Platform ini dirancang tidak hanya sebagai peta digital biasa, melainkan sebagai alat bantu spasial (spatial decision support). Tujuan utama dari website ini adalah mempermudah para pelajar dan masyarakat luas dalam melihat rute operasional secara lengkap. Lebih dari itu, web ini dibekali dengan fitur visualisasi radius pelayanan untuk memperkirakan jarak jangkauan dari tiap halte. Dengan demikian, pengguna dapat dengan mudah mengidentifikasi halte terdekat dari rumah atau sekolah mereka, mengoptimalkan waktu tunggu, serta memastikan aksesibilitas yang lebih baik.

Metodologi Pemetaan dan Pembangunan WebGIS

Pengembangan platform Rute Ganteng dibangun menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) modern yang menggabungkan analisis tata ruang dan teknologi pengembangan web (web development). Langkah-langkah utama dalam metodologi ini meliputi:

  1. 1.
    Pengumpulan dan Ekstraksi Data: Data spasial rute dan lokasi halte dikumpulkan secarakomprehensif. Melalui proses penyaringan presisi, sebanyak 70 placemark (titik halte dan simpul transit) berhasil diekstraksi dari data SIG mentah untuk dipetakan ke dalam sistem.
  1. 2.
    Analisis Spasial (Buffer): Menggunakan perangkat lunak pemetaan tingkat lanjut, dilakukan analisis buffering gunamenentukan area jangkauan (catchment area) layanan transportasi dari setiap titik halteyang telah divalidasi.
  1. 3.
    Pengembangan Antarmuka Web: Peta interaktif dikembangkan menggunakan pustaka pemetaan berbasis JavaScript (seperti Leaflet). Platform ini kemudian di-host melalui GitHub Pages agar dapat diakses publik secara ringan, cepat, dan responsif baik di perangkat komputer maupun smartphone.

Hasil yang Dicapai

Implementasi dari metode di atas menghasilkan sebuah platform WebGIS yang interaktif, fungsional, dan ramah pengguna. Hasil utama dari publikasi platform Rute Ganteng ini meliputi:

  1. 1.
    Peta Terintegrasi: Rute Bus Si Mas Ganteng berhasil divisualisasikan dalam satu antarmuka peta digital yang dinamis. saat ini berjumlah 27 halte dan 2 rute yang terpetakan
  1. 2.
    Visualisasi Jangkauan: Setiap halte kini dilengkapi dengan representasi grafis terkait radius jangkauannya, membantu pelajar memperkirakan waktu tempuh berjalan kaki dari titik asal ke halte terdekat.

Rencana Pengembangan Ke Depan

Sebagai platform yang terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarkat dan pelajar, website Rute Ganteng akan dikembangkan secara lanjutan, antara lain:

  1. 1.
    Memetakan seluruh rute trayek bus: tidak semua rute bus dan feeder telah terpetakan. Oleh karena itu, memetakan seluruh jaringan transportasi Si Mas Ganteng diperlukan agar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dan pelajar khususnya di Kabupaten Tuban.
  1. 2.
    Fitur Routing Otomatis: Menambahkan kalkulator rute yang memungkinkan pelajar posisi mereka, kemudian sistem akan secara otomatis memberikan arahan navigasi pejalan kaki menuju halte dengan radius terdekat.
  1. 3.
    Fitur Isochrone: Memudahkan pengguna untuk memilih rute jalan kaki tercepat berdasarkan durasi bukan jarak.

Data Publications

Analisis Kerawanan Longsor Berbasis Random Forest Menggunakan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pengembangan WebGIS Kerawanan Longsor di Wilayah Bandung Raya

Climate & Disaster

28 Sep 2026

•

Reggie Anjlina

Analisis Kerawanan Longsor Berbasis Random Forest Menggunakan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pengembangan WebGIS Kerawanan Longsor di Wilayah Bandung Raya

Pemetaan kerawanan longsor Bandung Raya berbasis Random Forest, penginderaan jauh, dan SIG melalui WebGIS interaktif untuk mendukung mitigasi bencana.

41 min read

•

42 view

ANALISIS KETIMPANGAN DISTRIBUSI LAYANAN STASIUN PENGISIAN KENDARAAN LISTRIK UMUM (SPKLU) DI KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN PENDEKATAN GAP ANALYSIS BERBASIS GRID HEKSAGON 1×1 KM

Energy

30 Sep 2026

•

Muhammad Fatih

ANALISIS KETIMPANGAN DISTRIBUSI LAYANAN STASIUN PENGISIAN KENDARAAN LISTRIK UMUM (SPKLU) DI KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN PENDEKATAN GAP ANALYSIS BERBASIS GRID HEKSAGON 1×1 KM

nalisis Ketimpangan Distribusi Layanan SPKLU di Kota Bandung menggunakan pendekatan Gap Analysis berbasis Grid Heksagon 1 × 1 km untuk mengidentifikasi kesenjangan antara ketersediaan layanan (supply) dan kebutuhan layanan (demand). Komponen supply dianalisis berdasarkan POI SPKLU tahun 2025 dan tingkat coverage menggunakan isokron, sedangkan demand direpresentasikan melalui jumlah kendaraan listrik berdasarkan P3DW tahun 2024 serta data kependudukan tahun 2024. Hasil integrasi kedua komponen digunakan untuk mengidentifikasi wilayah dengan tingkat pelayanan dan prioritas pengembangan SPKLU yang berbeda di Kota Bandung.

45 min read

•

37 view

1 Projects

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Food & Beverages

06 Sep 2026

•

Ridhwan Saputra

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Analisis site selection ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya menggunakan GIS untuk mengintegrasikan land suitability, market opportunity, demografi, POI, aksesibilitas, dan harga lahan. Hasil analisis QGIS dibandingkan dengan GEO MAPID Site Selection untuk mengidentifikasi area potensial berdasarkan kesesuaian lokasi dan peluang pasar.

24 min read

•

568 view

Evaluasi Keterjangkauan dan Usulan Rerouting Angkutan Kota Berbasis Location Analytics di Kota Malang, Jawa Timur

Transportation

04 Sep 2026

•

Meutia Amirotun Nuha

Evaluasi Keterjangkauan dan Usulan Rerouting Angkutan Kota Berbasis Location Analytics di Kota Malang, Jawa Timur

Penelitian ini mengevaluasi keterjangkauan pelayanan angkutan kota di Kota Malang dan menyusun alternatif rerouting berbasis location analytics. Keterjangkauan dianalisis menggunakan buffer 400 meter terhadap jaringan trayek eksisting, kemudian distribusi penduduk pada kawasan permukiman digunakan untuk mengidentifikasi population service gap. Kawasan yang belum terlayani dikelompokkan menjadi 27 cluster dan lima cluster dengan service gap terbesar dipilih sebagai Priority Service Area. Analisis selanjutnya mempertimbangkan jaringan jalan, pusat aktivitas, keterhubungan terhadap trayek eksisting, dan akses transportasi regional untuk menyusun koridor kandidat. Hasil menunjukkan bahwa pelayanan angkot eksisting menjangkau sekitar 616.575 jiwa atau 69,33% penduduk Kota Malang, sementara 272.784 jiwa belum terlayani. Skenario rerouting pada lima kawasan prioritas mampu menambah jangkauan terhadap sekitar 145.101 penduduk sehingga coverage meningkat menjadi 85,64%. Selain itu, 53 dari 56 POI prioritas berada dalam jangkauan pelayanan setelah skenario diterapkan. Temuan menunjukkan bahwa penanganan service gap secara terarah dapat meningkatkan keterjangkauan tanpa harus memperluas jaringan ke seluruh kawasan residual. Hasil penelitian merupakan screening spasial awal yang masih memerlukan validasi teknis dan operasional sebelum implementasi.

26 min read

•

431 view

12 Data

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at