Pendahuluan
Kota Bekasi mengalami bencana alam seperti banjir yang sudah bertahun-tahun mengalami bencana ini yang sudah menjadi permasalahan dari tahun ke tahun. Banyaknya alih fungsi lahan dari resapan air ke permukiman serta industri menyebabkan wilayah kota Bekasi sering mengalami banjir karena berkurangnya daerah resapan air yang notabenenya aliran sungai di kota Bekasi setiap tahun mengalami luapan banjir tahunan. Banjir adalah bencana alam yang terjadi ketika air meluap dan mengalir ke wilayah yang biasanya kering. Bencana ini berdampak pada sebagian besar penduduk dunia serta menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang luas (Adzkia et al., 2025). Selain itu, kondisi geografis kota Bekasi yang dilewati oleh dua suangai besar kali Bekasi dan kali Cikeas pada periode musim hujan meluap yang menyebabkan banjir pada daerah sekitar kota Bekasi yang menyebabkan daerah dekat dua sungai tersebut mengalami rawan banjir.
Permasalahan banjir di kota Bekasi ini juga didasarkan untuk mengetahui daerah mana saja di kota Bekasi yang memiliki cakupan wilayah banjir berbasis spasial dengan mengetahui rute terdekat untuk melakukan evakuasi mitigasi bencan ke daerah fasilitaskesehatan terdekat untuk aspek kesehatan dan lingkungan terhadap masyarakat, Berguna untuk membantu masyarakat melakukan mitigasi bencana ke daerah fasilitas kesehatan terdekat. Aksesibilitas dan kapasitas rumah sakit rujukan merupakan faktor krusial dalam melindungi hak asasi manusia dan menjaga stabilitas sosial (Ruki Ardiyanto et al., 2022) .
Sehingga, masyarakat perlu suatu platform yang berguna untuk monitoring daerah mana saja yang mengalami rawan bencana sehingga memberikan kemudahan kepada pihak pemerintah setempat untuk melakukan mitigasi bencana serta evakuasi daerah terhadap daerah yang rawan bencana dalam pemetaan yang lebih interaktif dengan WebGIS. Urgensinya dengan memberikan mitigasi pada rute wilayah terdekat terhadap daerah fasilitas kesehatan terdekat seperti rumah sakit dan puskesmas untuk pengguna serta pemerintah setempat untuk memudahkan mitigasi bencana. WebGIS ini dibuat bertujuan untuk memberikan gambaran visualisasi untuk pemerintahan mengenai area mana saja yang memiliki risiko banjir dengan disajikan dalam bentuk peta interaktif.
Metode Penelitian
2.1 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian yang dipilih oleh penulis di Kota Bekasi. Kota Bekasi berada di bawah administrasi daerah provinsi Jawa Barat. Secara geografis, kota Bekasi terletak di yang berbatasan dengan Provinsi D.K.I Jakarta di sebelah barat, Kabupaten Bogor di sebalah selatan dan Kabupaten Bekasi di sebelah timur. Kota Bekasi terdiri atas 12 kecamatan dan 56 kelurahan.
2.2 Variabel Penelitian
Data yang digunakan pada pembuatan WebGIS ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari beberapsa sumber penyedia data geospasial. Data tersebut terdiri dari data jaringan jalan Kota Bekasi, daerah batas administrasi Kota Bekasi, persebaran fasilitas kesehatan puskesmas Kota Bekasi, serta data spasial daerah risiko banjir Kota Bekasi. Data jaringan jalan dan batas administrasi Kota Bekasi didapatkan sumber dari Badan Informasi Geospasial. Kegunaan dari data jaringan jalan untuk kegunaan analisis spasial isochrone dan network analysis pada aplikasi WebGIS berikut. Data administrasi Kota Bekasi untuk memberikan penegasan batas daerah Kota Bekasi. Data persebaran fasilitas kesehatan puskesmas Kota Bekasi berfungsi sebagai identifikasi puskesmas yang digunakan untuk keperluan visualisasi dan analisis spasial dengan menggunakan data GeoMapid. Sementara itu, data spasial persebaran risiko banjir Kota Bekasi diperoleh juga dari GeoMapid. Data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi dan memvisualisasikan tingkat risiko banjir pada wilayah penelitian. Seluruh data spasial kemudian diintegrasikan dan divisualisasikan dalam WebGIS untuk menghasilkan informasi mengenai hubungan antara wilayah berisiko banjir, jaringan jalan, dan lokasi fasilitas kesehatan
2.3 Metode
Metode analsis spasial yang digunakan dalam pembangunan WebGIS ini menggunakan heatmap untuk mengetahui area persebaran puskesmas melalui visualisasi peta interaktif dan network analysis untuk mengjangkau daerah rute terdekat dari lokasi pengguna peta menggunakan geolocation terhadap daerah puskesmas tedekat.
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan hasil pembuatan WebGIS ini dihasilkan terdapat beberapa visualisasi data yang ditampilkan untuk pembuatan peta interaktif WebGIS sebagai berikut
- Landing Page GeoInsight
- Layer Peta Interaktif WebGIS Kota Bekasi
- Layer Jalan Lokal Kota Bekasi
- Layer Jalan Arteri Kota Bekasi
- Layer Daerah Heatmap Persebaran Puskesmas Kota Bekasi
- Layer Wilayah Banjir Kota Bekasi
- Fitur Analisis Spasial Network Analysis dan Isochrone
- Fitur Popup
Hasil network analysis menunjukkan keterkaitan antara jaringan jalan dengan aksesibilitas fasilitas kesehatan di wilayah terdampak banjir. Analisis ini dapat mengidentifikasi jalur yang berpotensi terganggu akibat genangan serta alternatif rute yang masih dapat digunakan menuju fasilitas kesehatan. Analisis isochrone digunakan untuk mengetahui jangkauan wilayah yang dapat mencapai fasilitas kesehatan berdasarkan waktu tempuh tertentu. Integrasi antara network analysis, isochrone, dan zona banjir menunjukkan bahwa genangan pada ruas jalan dapat mengurangi cakupan wilayah pelayanan dan meningkatkan keterbatasan aksesibilitas masyarakat. Hasil tersebut kemudian divisualisasikan melalui WebGIS dengan menggabungkan layer zona banjir, jaringan jalan, dan fasilitas kesehatan. Pemetaan spasial secara interaktif memudahkan pengguna dalam mengidentifikasi wilayah terdampak, melihat kondisi jaringan jalan, serta mengetahui akses menuju fasilitas kesehatan. Dengan demikian, WebGIS dapat menjadi media visualisasi sekaligus pendukung analisis dan mitigasi risiko banjir.
Kesimpulan dan Saran
Hasil visualisasi WebGIS menunjukkan keterkaitan antara jaringan jalan dengan aksesibilitas fasilitas kesehatan di wilayah terdampak banjir. Analisis ini dapat mengidentifikasi jalur yang berpotensi terganggu akibat genangan serta alternatif rute yang masih dapat digunakan menuju fasilitas kesehatan. Untuk pengembangan selanjutnya, WebGIS ini memberikan hasil analisis yang berupadirancang bertahap terutama dalam pengembangan informasi bencana alam banjir secara time-series, memadukan teknologi GeoAI untuk simulasi kenaikan banjir selama 10-20 tahun kedepan sebagai referensi untuk melakukan mitigasi bencana dengan mengandalkan algoritma machine learning, dan otomatisasi analisis data citra satelit untuk mendeteksi genangan air secara real-time menggunakan satelit Sentinel-1 SAR.
Daftar Pustaka
Adzkia, L. N., Setiawan, H., & Ardiansyah, A. N. (2026). GIS-Based Flood Hazard Mapping Using Weighted Overlay in Bekasi City. Jambura Geoscience Review, 8(2), 251–262. https://doi.org/10.37905/jgeosrev.v8i2.37870
Ardiyanto, R., Supriatna, S., Indra, T. L., & Manesa, M. D. M. (2022). Geospatial approach to accessibility of referral hospitals using geometric network analysis and spatial distribution models of Covid-19 spread cases based on GIS in Bekasi City, West Java. Indonesian Journal of Geography, 54(2), 173–185. https://doi.org/10.22146/ijg.66099