Analisis Kesesuaian Jumlah Fasilitas Kesehatan Terhadap Penduduk Lansia Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan Tahun 2025

21 November 2025

By: Yasina Murti

Analisis Kesesuaian Jumlah Fasilitas Kesehatan Terhadap Penduduk Lansia Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan Tahun 2025

Hidup lama dan sehat di masa tua adalah harapan Sebagian besar masyarakat. Kelompok lanjut usia atau disebut Lansia yaitu kelompok masyarakat dengan usia diatas 65 tahun. Kondisi lansia ini merupakan indikator tentang kualitas hidup dan angka harapan hidup di suatu negara. Angka harapan hidup yang tinggi dapat menunjukkan tentang kondisi suatu negara yang erat kaitannya dengan level social ekonomi dan akses untuk penghidupan yang layak.

Kota Tangerang Selatan Adalah kota penyangga Jakarta yang berkembang pesat dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi setiap tahunnya. Kota Tangerang Selatan Adalah kota yang relatif muda yang melepaskan diri secara administrasi dari Kabupaten Tangerang. Tercatat dalam katalog BPS 2022, pada tahun 2021 terdapat 1.378.466 penduduk yang menempati Kota Tangerang Selatan dengan pembagian sex rasio lebih banyak penduduk laki-laki yakni sebanyak 689.497 jiwa, dari pada penduduk perempuan yang hanya sebanyak 688.969 jiwa pada tahun 2022. Dari jumlah total penduduk Kota Tangerang Selatan persentase pertumbuhan penduduk naik menjadi 3,04% per tahunnya (UMJ,2015)

Kota Tangerang Selatan kembali mencatatkan kemajuan di bidang pembangunan manusia. Pada tahun 2023, Angka Harapan Hidup (AHH) di kota ini mencapai 75,64 tahun, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 73,93 tahun. Pertumbuhan penduduk yang tinggi disertai dengan angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan jumlah lansia yang bertumbuh setiap tahunnya. Kondisi ini menuntut ketersediaan fasilitas Kesehatan yang mendukung Lansia di wilayah Tangerang Selatan agar dapat terjangkau lebih mudah.

Kecamatan Pondok Aren adalah kecamatan dengan luas kecamatan terbesar di Kota Tangerang Selatan yang letaknya berbatasan langsung dengan Kota Jakarta. Berbatasan di bagian utara dengan Jakarta Barat serta berbatasan langsung dengan Jakarta Selatan menjadikan Kecamatan Pondok Aren adalah Kecamatan yang memiliki letak strategis. (Tangerang Selatan,2025). Oleh karena itu, diperlukan analisis kesesuaian jumlah fasilitas Kesehatan yang ada saat ini dengan jumlah lansia yang ada di Kecamatan Pondok Aren untuk mendukung keberlangsungan angka harapan hidup yang tinggi di Indonesia.

Tujuan Penelitian

A. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian jumlah fasilitas Kesehatan bagi lansia di Kecamatan Pondok Aren tahun 2025 dengan menggunakan metode buffer titik fasilitas Kesehatan.

B. Mengidentifikasi area yang belum terlayani secara optimal bagi lansia di Kecamatan Pondok Aren.

Manfaat Penelitian

Bagi Pemerintah Daerah:

1. Memberikan rekomendasi Lokasi prioritas untuk penambahan fasilitas Kesehatan lansia.

2. Mendukung perencanaan Pembangunan Kesehatan berbasis spasial.

3. Menjadi dasar untuk pemerataan fasilitas Kesehatan

Bagi Akademisi:

1. Memberikan studi kasus tentang penerapan metode buffer untuk perencanaan fasilitas public.

Metode Penelitian

Metode buffer titik dan jumlah penduduk lansia tahun 2024 digunakan untuk menghitung ketersediaan jumlah fasilitas Kesehatan terhadap jumlah lansia di suatu wilayah.

Hasil dan Pembahasan

A. Kesesuaian fasilitas Kesehatan terhadap jumlah lansia di Kecamatan Pondok Aren tahun 2025

Peta

Analisis pada peta menunjukkan distribusi fasilitas Kesehatan yang terdiri dari perhitungan jumlah rumah sakit, klinik Kesehatan, praktek dokter spesialis dan apotek menghasilkan peta sebaran yang terdiri dari warna hijau gelap untuk wilayah yang sudah sangat sesuai serta warna merah menunjukkan wilayah yang belum sesuai untuk ketersediaan fasilitas Kesehatan bagi lansia. Warna hijau menerangkan bahwa ketersediaan fasilitas Kesehatan dalam radius buffer yang wajar dalam jumlah banyak dan jumlah lansia relative sebanding dengan kapasitas pelayanan. Warna orange dan merah muda menunjukkan bahwa fasilitas Kesehatan bagi lansia di wilayah tersebut sangat kurang dan membutuhkan penambahan jumlah agar sebanding dengan jumlah lansia yang tercatat.

lebih dekat

Diketahui bahwa distribusi fasilitas Kesehatan pendukung layanan Kesehatan bagi lansia di Kecamatan Pondok Aren menghasilkan bahwa kelurahan Jurang Mangu Timur merupakan kelurahan dengan jumlah fasilitas Kesehatan pendukung kebutuhan lansia tertinggi yang menjadikan kelurahan tersebut sudah sangat sesuai dengan jumlah lansia yang ada. Kelurahan Jurang Mangu diketahui memiliki 3.876 lansia atau penduduk dengan usia diatas 60 tahun. Meskipun jumlah fasilitas Kesehatan yang tersebar di kelurahan tersebut berjumlah 100 titik fasilitas Kesehatan, namun diketahui jumlah ketersediaan rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta tidak berdiri dalam wilayah administrasi rumah sakit tersebut.

Kelurahan selanjutnya yang sangat sesuai antara jumlah fasilitas Kesehatan dengan jumlah penduduk lansia adalah Pondok Betung. Yang terletak di perbatasan paling timur dari Kota Tangerang Selatan. Diketahui bahwa wilayah dengan kesesuaian yang tinggi berada dalam satu area yaitu bagian timur kecamatan Pondok Aren. Sementara wilayah yang berada di bagian barat Kecamatan Pondok Aren cenderung memiliki angka yang rendah menjadikannya wilayah kelurahan tersebut belum menyediakan fasilitas Kesehatan yang mencukupi jumlah lansia yang ada.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Kecamatan Pondok Aren yang berbatasan langsung dengan Jakarta menjadikan kecamatan ini memiliki kesesuaian fasilitas Kesehatan bagi lansia yang Sebagian besar sudah sesuai. Namun persebarannya masih terbatas dengan wilayah yang dekat dengan Jakarta. Sementara wilayah yang berada jauh dengan perbatasan Jakarta masih tidak sesuai antara jumlah fasilitas Kesehatan dengan jumlah penduduk lansia di wilayahnya.

Hasil analisis ini hanya terbatas antara jumlah fasilitas Kesehatan dengan jumlah penduduk usia lansia. Untuk penelitian selanjutnya dibutuhkan parameter analisis yang lebih dalam seperti kondisi jalan hingga transportasi umum untuk mendukung kesesuaian jumlah fasilitas Kesehatan di wilayah Pondok Aren secara lebih mandalam.

DAFTAR PUSTAKA

https://repository.umj.ac.id/17154/13/13.%20BAB%20IV.pdf

https://berita.tangerangselatankota.go.id/profil-kota/peta-tangsel#:~:text=Table_title:%20Peta%20Tangerang%20Selatan%20Table_content:%20header:%20%7C,Luas%20Daerah%20(Hektar)%20Revisi%20RTRW:%202.979%2C88%20%7Cdiakses pada pukul 20.30 WIB 21 November 2025

Data Publications

ANALISIS PENGARUH VEGETASI DAN KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP SUHU PERMUKAAN  LAHAN DI SEKITAR TAHURA Ir. H. DJUANDA KOTA BANDUNG

Climate & Disaster

12 Mar 2026

Salwa Dwi INTERN MAPID

ANALISIS PENGARUH VEGETASI DAN KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP SUHU PERMUKAAN LAHAN DI SEKITAR TAHURA Ir. H. DJUANDA KOTA BANDUNG

Pelajari hubungan antara kepadatan penduduk, vegetasi, dan suhu permukaan lahan di sekitar Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, kawasan konservasi penting di Bandung.

22 min read

185 view

1 Projects

ANALISIS KESIAPAN BONUS DEMOGRAFI KOTA BANDUNG: SINYAL INVESTASI JANGKA PANJANG

City Planning

11 Mar 2026

Khofifatun Nurrohmah INTERN MAPID

ANALISIS KESIAPAN BONUS DEMOGRAFI KOTA BANDUNG: SINYAL INVESTASI JANGKA PANJANG

Analisis sektor ekonomi potensial dan tipologi wilayah di Kota Bandung memberikan peta jalan bagi investor dan pemerintah untuk optimalisasi momentum bonus demografi dan percepatan pembangunan ekonomi.

37 min read

207 view

1 Data

Analisis Lokasi Strategis Coffee Shop di Jakarta Pusat Menggunakan GIS dan QGIS

Food & Beverages

07 Mar 2026

Muh Fiqri Abdi Rabbi

Analisis Lokasi Strategis Coffee Shop di Jakarta Pusat Menggunakan GIS dan QGIS

Abstrak Pertumbuhan industri coffee shop di kawasan perkotaan mendorong meningkatnya kebutuhan akan metode yang sistematis dalam menentukan lokasi usaha yang strategis. Pemilihan lokasi yang tidak tepat dapat mengakibatkan rendahnya jumlah pengunjung serta tingginya tingkat persaingan dengan usaha sejenis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki potensi pasar tinggi serta aksesibilitas yang baik terhadap pusat aktivitas kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi potensial pembukaan coffee shop baru di wilayah Jakarta Pusat dengan memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS). Metode yang digunakan mengintegrasikan analisis potensi wilayah dengan analisis aksesibilitas menggunakan pendekatan service area dan overlay spasial. Data yang digunakan meliputi grid potensi lokasi hasil analisis Site Analyst, batas administrasi wilayah, data stasiun transportasi publik, pusat perbelanjaan, serta data coffee shop eksisting. Analisis dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengolahan data spasial, penggabungan nilai potensi lokasi dengan wilayah administratif, pembuatan service area dari stasiun dan pusat perbelanjaan, serta proses overlay untuk mengidentifikasi area yang memiliki kombinasi potensi pasar dan aksesibilitas tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki potensi tinggi untuk pengembangan coffee shop umumnya berada pada area yang dekat dengan pusat aktivitas kota, khususnya simpul transportasi dan kawasan perdagangan. Area yang berada dalam jangkauan service area dari fasilitas tersebut menunjukkan tingkat aksesibilitas yang lebih baik dan memiliki peluang yang lebih besar untuk menarik pengunjung. Berdasarkan hasil pemeringkatan lokasi kandidat, diperoleh beberapa titik lokasi yang direkomendasikan sebagai lokasi potensial untuk pembukaan coffee shop baru di Jakarta Pusat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan GIS dalam analisis lokasi usaha dapat membantu proses pengambilan keputusan secara lebih objektif dan berbasis data, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dalam menentukan lokasi bisnis yang strategis.

9 min read

217 view

1 Projects

Analisis Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Permukiman di Yogyakarta: Pendekatan Multi-Kriteria Berbasis Risiko dan Valuasi Ekonomi

City Planning

24 Feb 2026

MAPID

Analisis Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Permukiman di Yogyakarta: Pendekatan Multi-Kriteria Berbasis Risiko dan Valuasi Ekonomi

Jelajahi dampak urbanisasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan bagaimana MCDA berbasis GIS membantu menentukan lokasi hunian yang aman, ekonomis, dan berkelanjutan.

35 min read

403 view

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at